• Tata Cara Ruwatan dengan Menggunakan Susuk

    tata cara ruwatanDalam masyarakat Jawa, kita mengenal istilah ruwatan. Istilah kerennya adalah buang sial. Apabila Anda adalah orang Jawa, kebetulan anak tunggal atau anak kembar dan orang tua Anda masih memegang adat istiadat Jawa, maka Anda pasti akan mengalami ruwatan. Ya, pada kesempatan kali ini kami akan membagikan informasi mengenai tata cara ruwatan menggunakan susuk.

    Apakah bisa?

    Tentu saja bisa. Selama Anda mengenal dan mendalami dunia supranatural serta berpegang teguh pada Tuhan Yang Maha Kuasa, maka tidak ada yang tidak mungkin.

    Oke, kembali lagi ke topik utama kita yakni ruwatan. Ruwatan yang merupakan istilah Jawa berarti tata cara membuang sial untuk mengundang keberuntungan. Ingat! Keberuntungan itu bisa diciptakan. Dengan apa? Dengan usaha batin dan usaha lahir.

    Usaha lahirnya adalah terus berpikir dan bertindak positif. Sedangkan, usaha batinnya adalah mendekatkan diri pada Tuhan. Nah, bagaimana dengan tata cara ruwatan? Apakah ia tergolong usaha lahir atau batin? Dalam salah satu kesempatan, Tim Asosiasi Supranatural Indonesia menanyakan hal ini kepada Ning Asmara. Dan, jawabannya cukup mengejutkan.

    Yakni, antara usaha lahir dan usaha batin.

    “Lha kok bisa begitu Ning Asmara?”, celetuk salah satu tim kami.

    “Maksudnya begini, ruwatan ketika Anda melakukan tata cara ruwatan layaknya mandi atau membagikan ‘berkat’, maka itu merupakan usaha lahir. Kan Anda bergerak. Nah, ketika berdoa dan memasrahkan diri itu bisa disebut dengan usaha batin”, jawab Ning Asmara.

    Ruwatan sendiri dibagi menjadi 3 golongan besar, yakni ruwatan untuk diri sendiri, lingkungan da wilayah. Masing-masing ruwatan tersebut tentu saja memiliki niat dan tata cara yang berbeda-beda.

    Misalnya, ruwatan untuk diri sendiri, bisa Anda lakukan secara mandiri. Berbeda dengan ruwatan lingkungan dimana Anda membutuhkan beberapa orang yang juga ikut tinggal di lingkungan tersebut.

    Untuk selanjutnya kita hanya akan fokus pada ruwatan untuk diri sendiri. Khusus ruwatan lingkungan dan wilayah akan dibahas dalam tulisan lain.

    Tata Cara Ruwatan untuk Diri Sendiri

    Ruwatan untuk diri sendiri sesungguhnya dibagi lagi menjadi beberapa macam. Totalnya ada 24 jenis ruwatan apabila disesuaikan dengan sengkolonya. Berikut adalah detilnya:

    1. KEBO KEMALI : Dalam hidupnya selalu sulit dalam mencari pasangan hidup/ jodoh selalu kandas ditengah jalan.
    2. BAHU LAWEYAN : Pasangan hidupnya akan menemui celaka setelah menjadi suami atau istri. Dan, ini terjadi secara berkali-kali sampai dia melakukan ruwatan untuk diri sendiri.
    3. JOMPLONG : Dalam hidupnya selalu dirundung sakit/masalah kesehatan yang tak kunjung sembuh.
    4. CLUWAK BODHES : Dalam kehidupan dengan pasangannya akan selalu bentrok dan bertengkar terus, sulit untuk akur.
    5. SAMBIT KEBUL : Selalu tertimpa musibah dalam usahanya, selalu putus ditengah jalan dan bahkan bangkrut.
    6. CEKAL KENDIR : Kariernya selalu macet, jabatan tidak pernah naik meskipun sudah lama mengabdi.
    7. GOTRO PATRI : Dalam hidupnya akan mengalami seret rezeki meskipun bekerja keras tetap tidak kelihatan hasilnya.
    8. KHANTONG LAWE : Tidak akan pernah bisa menyimpan uang. sehingga uang hasil jerih payahnya NIHIL.
    9. RUWING : Sengkolo ini diakibatkan karena mendapat karma dari orangtua sehingga dalam hidupnya selalu mendapat sial yang terus menerus.
    10. REREWO BEDES :Orang yang terkena sial dalam hidupnya dikarenakan mengingkari janji yang pernah dijanjikan pada orang lain.
    11. BANDOR SARI : Dalam hidupnya selalu kurang beruntung karena kutukan dari sang ibunda yang telah di durhakainya.
    12. JEBLAK : Sengkolo yang diakibatkan kutukan dari ayah, sehingga hidupnya akan selalu menemui kegagalan terus dalam segala hal.
    13. CLURING : Sengkolo yang membuat orang selalu gagal dalam usaha dan dibarengi sakit-sakitan sehingga dalam hidupnya selalu kurang beruntung.
    14. SRI GANTING : Sengkolo pada orang yang sering mengalami penolakan cinta sehingga mengakibatkan keterlambatan dalam pernikahan.
    15. BLUNUK GLANTAR : Sengkolo ini mengakibatkan hidup seseorang merana karena menderita cinta yang tidak pernah kesampaian alias bersimpangan.
    16. BLORONG : Sengkolo ini mengakibatkan orang mendapat pekerjaan yang tidak berkah. Ini dikarenakan tidak sesuai dengan hati tapi tetap dijalani.
    17. GOMBAK GIMBIL : Orang yang terkena sengkolo ini tidak pernah beruntung sama sekali karena penampilan dalam hidupnya sehari-hari.
    18. GANAS PATI : Sengkolo ini menyebabkan orang selalu mendapati kesialan dalam hidup karena selalu mendapat kecelakaan.
    19. BORONG COKRO : Sengkolo ini mengakibatkan orang selalu mendapati kesialan karena mengingkari nazar yang pernah diucapkan.
    20. CLERET TIMBAL :Kesialan yang di akibatkan dari perbuatannya. Semisal sering mencaci, memaki dan menghina orang.
    21. GENDRUNG BEDES : Sengkolo yang di hasilkan dari perbuatan maksiat terlarang, seperti anak dengan ayah atau ibunya.
    22. BLANGKONG SUJI : Sengkolo ini mengakibatkan hidupnya tidak akan tenang karena pernah membunuh seseorang.
    23. DEWI SRI : Sengkolo ini mengakibatkan sulit sandang pangan karena dalam hidupnya selalu membuang atau menyianyiakan makanan yg didapatnya.
    24. BIROWO : Orang yang sial dalam hidupnya dikarenakan kutukan atau sabda dari orang sakti, tokoh agama, wali dan sebangsanya.

    Apakah Anda mengalami salah satu dari beberapa jenis sengkolo di atas? Kalau memang iya, silahkan melakukan ruwatan untuk diri sendiri. Terdapat banyak sekali cara yang bisa Anda coba untuk melakukan ruwatan. Mulai dari ruwatan mandiri atau meminta bantuan dari pakar supranatural.

    Apabila Anda ingin melakukan ruwatan secara mandiri, silahkan ikuti langkah-langkah berikut ini.

    1. Ambil darah Anda -cukup setetes saja. Kemudian simpan dalam serap dengan menggunakan kapas putih. Kemudian masukkan sebuah jarum ke dalam kapas tersebut.
    2. Darah dan sebuah jarum ini harus Anda larung ke laut ditemani dengan beberapa syarat lain, diantaranya: beras 4kg, uang senilai emas 1gr, seekor ayam jantan, teklek (sandal dari kayu atau bisa digantikan dengan sandal biasa), benang lawe satu gulung, telur ayam yang baru saja keluar (belum ada sehari), gula setangkep (gula jawa satu pasang atau gula pasir 1kg) dan kelapa muda 1 buah.
    3. Semua syarat tersebut harus dijadikan satu dalam wadah yang terbuat dari bambu.
    4. Selanjutnya larunglah ke laut yang paling dekat dengan kediaman Anda.
    5. Sembari melarung, bacalah doa afirmasi berikut ini:

    “INGSUNG ORA MBUWANG KLAPA LAN ISINE, ANANGING MBUWANG APA KANG NDADEKAKE APESING AWAKKU”. (AKU TIDAK MEMBUANG KELAPA BESERTA ISINYA, TETAPI AKU MEMBUANG APA YANG MENJADIKAN KESIALAN BAGIKU).

    Ingat! Doa ini memang bersifat umum. Sehingga, siapapun Anda, apakah muslim, kristiani ataukah memiliki kepercayaan lain, tetap bisa mencoba ruwatan mandiri ini. Namun, satu hal yang musti Anda ingat adalah niatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena hanya Dialah yang mampu mewujudkan hajat atau keinginan Anda.

    Tata cara ruwatan mandiri ini hasilnya tergantung dari keyakinan Anda. Semakin Anda percaya, maka semakin besar keberhasilannya.

    Nah, tata cara ruwatan kedua adalah dengan meminta bantuan dari pakar supranatural. Contohnya melalui susuk Ning Asmara. Kami menyediakan beragam susuk untuk membuang kesialan dan mengundang keberuntungan.

    Apakah Anda selalu mendapatkan kesialan terkait masalah asmara? Dan, Anda juga curiga kalau terkena sengkolo? Silahkan, konsultasikan kepada Ning Asmara untuk mendapatkan deteksi dini lengkap beserta solusinya.

    Berdasarkan pengalaman kami dalam menangani pasien, keberhasilannya mencapai 70% hingga 90%. Tentu saja, semua ini berkat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan anugerah ilmu luar biasa kepada anggota Asosiasi Supranatural Indonesia. Untuk itulah, kami menggunakan ilmunya agar lebih bermanfaat bagi masyarakat luas.

    Incoming search terms: